Bandung, DNP Integrated News – Gempa yang melanda Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut mengakibatkan sejumlah kerusakan.
Puluhan warga terluka dan ratusan rumah rusak akibat gempa ini.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat menyebut, pihaknya telah melakukan asesmen dampak gempa.
Hingga pukul 14.00 WIB, 10 desa dan 5 kecamatan di Kabupaten Bandung serta 11 desa dan 3 kecamatan di Kabupaten Garut merasakan dampak dari gempa tersebut.
“Dampak gempa Kabupaten Bandung, 491 unit rumah, 5 unit fasilitas kesehatan, 2 unit bangunan, 9 unit sarana pendidikan, 27 unit tempat ibadah, 18 unit fasilitas umum. Kabupaten Garut, 209 unit rumah, 7 unit sarana pendidikan, 5 unit tempat ibadah,” ucap Hadi.
Korban luka terdampak paling banyak berada di Kabupaten Bandung, dengan 58 orang luka ringan, 23 luka berat, dan 450 mengungsi.
Sementara di Kabupaten Garut hanya satu orang korban yang mengalami luka ringan.
“Korban terdampak Kabupaten Bandung 58 luka ringan, 23 luka berat, 450 mengungsi. Kabupaten Garut 1 luka ringan,” lanjutnya.
Rumah Sakit Bedas Kertasari dan Puskesmas Kertasari saat ini merawat korban yang mengalami luka ringan maupun sedang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menyebut, setidaknya sudah terjadi gempa susulan sebanyak 24 kali hingga pukul 13.30 WIB.
BMKG pun mengimbau warga untuk selalu waspada baik terhadap gempa susulan maupun informasi bohong atau hoaks yang kerap menghantui korban.
Sebelumnya gempa bumi mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan magnitudo 5, Rabu (18/9/2024) pukul 09:41 WIB.
Gempa berada di kedalaman 10 kilometer (km), 7.19 Lintang Selatan (LS) dan 107.67 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di wilayah darat, dan tidak berpotensi tsunami. (*)
Editor: Andhika Rizky Reihansyah
Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP Integrated News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.
Anda juga bisa mendapatkan berita terkini dari kami melalui Google News.


